Saturday, April 16, 2011

Sedang Malas Berteman

Gadis Cinta Melulu

Sudah 2 minggu ini kita menarik diri dari acara gaul bareng geng, dan memilih untuk menghabiskan waktu sendiri saja. Entah itu menonton DVD, baca buku, atau sekadar browsing di depan komputer. Yang jelas, kita lagi malas berteman, dan pengin menikmati waktu sendiri saja.

Ada beberapa hal yang membuat kita tiba-tiba malas berteman, antara lain:

  1. Jenuh atau bosan dengan kegiatan yang sering kita lakukan bareng geng. Bisa jadi karena kegiatan yang dilakukan kurang bervariasi, atau justru kita lelah dengan acara hang out bareng geng yang nggak ada habisnya.
  2. Ada masalah dengan teman lain, atau mungkin kita yang memendam suatu masalah sendiri, sehingga jadi malas untuk kumpul bareng mereka.
  3. Sudah merasa nggak cocok dengan pertemanan itu. Misalnya: mulai nggak nyambung saat ngobrol, beda kebiasaan, atau ada kesenjangan yang terlalu besar antara kita dan teman yang lain.

Normal, sih sebagai manusia kadang kita butuh waktu untuk sendiri, dan menarik diri sejenak dari pergaulan. Tapi, jangan sampai proses “hibernasi” kita ini jadi berlarut-larut, dan membuat kita jadi orang yang lebih nyaman dengan kesendirian dan benar-benar malas bergaul.

Coba deh review lagi, hal apa yang kira-kira bikin kita malas bergaul dan ingat beberapa hal dasar dalam pertemanan berikut ini:

  1. Nggak ada manusia yang sempurna. Justru dibutuhkan rasa saling melengkapi dan bisa menerima kekurangan orang lain dan sebuah pertemanan.
  2. Apakah kita tipe orang yang sensitif? Mudah tersinggung saat teman mengkritik atau bercanda? Hey, don’t take it personally. Justru kita harus bisa belajar berbesar hati menerima kritik, pujian, dan jokes dari teman. Siapa, sih yang mau berteman dengan orang yang gampang ngambek?
  3. Terakhir, apa tujuan kita dalam berteman? Kalau selama ini kita berteman hanya untuk melancarkan kepentingan pribadi, sebaiknya luruskan lagi niat pertemanan kita. Karena berteman itu artinya kita saling berbagi pengetahuan, pengalaman, suka, juga duka.
sumber

    No comments:

    Post a Comment